Mario Teguh, nama itu kini demikian akrab di telinga masyarakat Indonesia, khususnya yang hidup di kawasan perkotaan. Melalui dua acara yang diasuhnya di Stasiun Televisi Swasta, yaitu di O'Channel dan Golden Ways di Metro Tv, ia menyampaikan petuah-petuah motivatif yang sangat menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat kota. Batin saya sering terenyuh menyaksikan dan mendengarkan kalimat-kalimat indah yang keluar dari lisan Sang Motivator kita ini.
Kawan, pernahkan kita perhatikan satu per satu untaian kata yang dibungkus dengan balutan spirit super dari seorang Mario Teguh? Subhanallah, ternyata yang keluar dari mulutnya adalah inti dari ajaran Islam yang pernah saya dapat dari para kiai di pesantren dan profesor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tempat saya merampungkan studi sarjana. Luar biasa, ternyata sosok yang bukan bergelar ustaz, kiai, syekh, habib, dan ulama, itu lebih bisa menyampaikan pesan Islam secara lebih mengena dan relevan dengan persoalan hidup umat manusia, dan bahkan yang lebih luar biasa ia menjangkau bukan hanya audiens Muslim, tapi secara umum juga dapat menyentuh semua penganut agama, dan mereka tidak merasa risih mendengar pesan-pesan Islam itu. Bahkan, mereka merasa bahwa itu adalah ajaran agama mereka.
Hemat saya, sosok Mario Teguh patut menjadi renungan bagi para tokoh agama, dai, dan pemimpin bangsa, bahwa kebenaran jika disampaikan dengan santun, damai, toleran, dan tanpa menonjolkan identitas kelompok tertentu akan lebih diterima sebagai kebenaran yang patut untuk diikuti. Mari, dakwahkan Islam secara damai dan menyejukkan. Meski kita mayoritas, mari bertindaklah sopan, mengayomi, dan memuliakan semua umat dan warga bangsa Indonesia. Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar